Menteri Luar Negeri Iran dikabarkan akan segera melakukan kunjungan resmi ke Oman guna membahas dinamika keamanan di Selat Hormuz. Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan langkah strategis yang dirancang sebagai kelanjutan dari serangkaian konsultasi intensif antara kedua negara dalam dua bulan terakhir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa fokus utama dari misi diplomatik tersebut adalah memastikan keselamatan jalur pelayaran internasional. Selat Hormuz kini berada di pusat ketegangan antara Teheran dan Washington, terutama setelah Iran menerapkan restriksi ketat pasca-konflik bersenjata yang pecah pada akhir Februari lalu.

Meski sempat ada secercah harapan melalui kesepakatan gencatan senjata pada 8 April, stabilitas di kawasan tersebut masih rentan akibat perselisihan mengenai yurisdiksi selat. Teheran terus berupaya mempertegas kendali penuh atas jalur strategis yang menjadi jalur distribusi utama bagi seperlima pasokan energi global, termasuk rencana pemberlakuan biaya tol bagi kapal komersial yang melintas.

Ambisi Iran tersebut memicu kekhawatiran global karena dianggap bertentangan dengan hukum internasional. Secara legal, Selat Hormuz yang melintasi perairan teritorial Iran dan Oman tidak memberikan kewenangan kepada kedua negara untuk menutup jalur pelayaran internasional atau memungut biaya lintas secara sepihak, sebuah posisi yang secara konsisten dipegang oleh komunitas global.