Dinas Kesehatan Kota Sorong mengambil langkah tegas dengan melakukan audit menyeluruh terhadap Rumah Sakit Maleo. Keputusan ini diambil menyusul mencuatnya dugaan kelalaian prosedur medis yang menyebabkan seorang balita meninggal dunia, sebuah insiden yang memicu reaksi keras dari publik setelah diungkapkan melalui media sosial.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari dokter spesialis anak, tenaga medis ahli, akademisi, hingga perwakilan hukum. Tim ini bertugas mengevaluasi seluruh alur pelayanan pasien sejak masuk ke Instalasi Gawat Darurat hingga dinyatakan meninggal dunia untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
Proses investigasi ini diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan. Jemima menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara objektif dalam mengumpulkan data dari pihak rumah sakit maupun laboratorium. Hasil akhir dari audit tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Sorong sebelum dipublikasikan kepada masyarakat luas.
Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang ibu melalui media sosial menceritakan lambatnya penanganan terhadap anaknya. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa sampel darah yang diambil sejak malam hari tidak segera diproses oleh pihak rumah sakit, hingga akhirnya perawat meminta pengambilan sampel ulang karena kelalaian tersebut.
Menanggapi insiden ini, pihak Dinas Kesehatan mengimbau seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Kota Sorong untuk memperketat kedisiplinan dalam pelayanan. Jemima menekankan pentingnya efektivitas sistem rujukan bagi rumah sakit yang memiliki keterbatasan fasilitas agar keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.