Kinerja perdagangan bilateral antara Vietnam dan Taiwan mencatatkan lonjakan signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Administrasi Perdagangan Luar Negeri dan Administrasi Jasa Keuangan Taiwan, nilai perdagangan kedua belah pihak menembus angka 22,1 miliar dolar AS selama lima bulan pertama tahun ini, melonjak hingga 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan tersebut utamanya didorong oleh kinerja ekspor Vietnam ke Taiwan yang mencapai 11,9 miliar dolar AS, atau tumbuh luar biasa sebesar 156,4 persen. Sementara itu, nilai impor dari Taiwan tercatat sebesar 10,1 miliar dolar AS, naik 46,6 persen, sehingga menempatkan Vietnam pada posisi surplus perdagangan sebesar 1,8 miliar dolar AS.
Pencapaian luar biasa ini memperkuat posisi Vietnam sebagai mitra dagang terbesar kedelapan bagi Taiwan. Dalam skala yang lebih spesifik, Vietnam kini menjadi pemasok barang terbesar keenam sekaligus pasar ekspor terbesar kedelapan bagi wilayah tersebut. Angka perdagangan lima bulan pertama ini bahkan hampir menyamai total volume perdagangan sepanjang tahun 2024.
Pendorong utama di balik rekor ekspor ini adalah pergeseran ke arah produk teknologi tinggi. Lima kelompok produk teknologi menyumbang hampir 80 persen dari total ekspor Vietnam ke Taiwan dengan nilai kumulatif mencapai 9,475 dipimpin oleh sektor telepon, transmisi data, dan peralatan komunikasi yang berkontribusi sebesar 4,4 miliar dolar AS.
Kategori suku cadang mesin pengolah data menyusul di posisi kedua dengan nilai 2,3 miliar dolar AS, mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 405,6 persen. Selain itu, kelompok komputer otomatis menyumbang 1,4 sirkuit terpadu (IC) senilai 874,7 juta dolar AS yang terus diminati seiring pesatnya perkembangan industri semikonduktor global.
Tren positif ini mencerminkan transformasi struktural dalam industri ekspor Vietnam, yang kini mulai beralih dari sektor padat karya tradisional—seperti alas kaki dan baja—menuju produk dengan nilai tambah tinggi. Pergeseran ini sejalan dengan strategi Taiwan yang gencar mengembangkan kecerdasan buatan (AI) serta melakukan diversifikasi rantai pasok global.
Sebagai salah satu destinasi investasi utama, Vietnam memiliki peluang besar untuk berintegrasi lebih dalam ke rantai pasok teknologi tinggi Taiwan. Kendati demikian, pelaku usaha di Vietnam dituntut untuk terus meningkatkan standar teknis, manajemen kualitas, serta pemenuhan aspek keberlanjutan lingkungan guna menjaga daya saing di kancah global.