Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia olahraga sepatu roda Indonesia dengan digelarnya Kejuaraan Jatim Open memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Ajang bergengsi yang dibuka langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (11/7) ini mengusung standar baru dalam penyelenggaraan kompetisi dengan pemanfaatan teknologi digital terpadu.

Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi pionir dalam penerapan sistem manajemen pertandingan berbasis web. Teknologi yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal Perserosi ini mengadopsi presisi pencatatan waktu dari standar balap sepeda profesional, sehingga mampu mendeteksi selisih waktu hingga hitungan milimeter di garis finis.

"Sistem berbasis web ini mengintegrasikan seluruh alur kompetisi, mulai dari pendaftaran hingga rekapitulasi skor secara real-time. Penonton bahkan dapat memantau papan klasemen secara instan setelah pertandingan berakhir," ujar pria yang akrab disapa Bogank tersebut. Selain akurasi data, penyelenggara juga menyajikan siaran langsung dengan kualitas grafis dinamis yang menyerupai standar siaran MotoGP demi transparansi publik.

Tingginya inovasi yang ditawarkan membuat teknologi ini diproyeksikan untuk menjadi standar operasional dalam perhelatan olahraga besar seperti PON dan SEA Games mendatang. Antusiasme peserta pun sangat tinggi, tercatat sebanyak 2.436 atlet dari 133 tim se-Indonesia turut berkompetisi dalam lima disiplin sepatu roda, termasuk speed, freestyle, RX, skateboard, dan disiplin agresif.

Sebanyak 26 nomor perlombaan, terdiri dari 13 nomor putra dan 13 nomor putri, akan dipertandingkan dengan melibatkan 16 atlet peraih medali PON dan SEA Games. Di samping fokus pada prestasi, gelaran ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal dengan melibatkan 53 stan UMKM, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat di sekitar area stadion.