Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen memeratakan akses kesehatan bagi masyarakat pedesaan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program inovatif ini menjadi jawaban konkret atas tantangan geografis dan ekonomi yang selama ini menghalangi warga di pelosok daerah untuk mendapatkan penanganan medis dari dokter spesialis secara cepat dan terjangkau.

Kehadiran Speling dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kecil. Salah satunya Retno, warga Desa Kapulogo, Kabupaten Wonosobo, yang sebelumnya kesulitan membawa anaknya berobat karena jarak ke rumah sakit terdekat mencapai 36 kilometer. Layanan gratis ini juga membantu Jamsari, penderita diabetes asal Kendal yang sempat terkendala biaya kontrol, serta Feni Anindya di Banyumas yang memanfaatkan posko kesehatan jiwa untuk berkonsultasi mengenai masa depan pendidikannya.

Sejak digulirkan pada Maret 2025 hingga pertengahan Agustus 2026, program jemput bola ini telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 128.109 warga telah mendapatkan pelayanan medis spesialis secara langsung dan gratis hanya dengan menunjukkan kartu identitas.

Program Speling berfokus pada lima layanan prioritas, yakni skrining tuberkulosis (TBC), deteksi dini kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, dan penanganan stunting pada balita. Dari skrining massal tersebut, petugas medis berhasil mendeteksi dini ribuan kasus indikasi penyakit, termasuk ribuan suspek TBC dan ratusan potensi kanker serviks, untuk segera dirujuk ke penanganan medis yang lebih komprehensif.

Langkah taktis Pemprov Jateng ini juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berskala nasional. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil signifikan, di mana Jawa Tengah sukses mencatatkan angka partisipasi CKG tertinggi di Indonesia pada periode Januari-Juli 2026, dengan menjangkau lebih dari 14,2 juta warga.

Menjelang Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Guna memastikan pemerataan tersebut berjalan optimal, Pemprov Jateng menargetkan program Speling mampu menjangkau hingga 284 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah hingga akhir tahun 2026.