Kepolisian Resor (Polres) Ngada bergerak cepat meringankan beban warga terdampak gempa bumi di Desa Naru, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Aparat kepolisian menyambangi tenda-tenda darurat untuk menyalurkan layanan kesehatan gratis sekaligus mengadakan program pemulihan trauma (trauma healing) bagi para pengungsi.
Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Ngada Iptu Thomas Aquino, didampingi PS. Kasidokkes Aipda Heribertus A.B. Tena, serta Kaurmintu Satuan Binmas Aipda Rosadalima Ngula. Mereka mendatangi satu per satu posko darurat guna memastikan kondisi fisik dan psikologis para pengungsi tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas.
Dalam pelaksanaannya, tim Dokkes Polres Ngada melakukan pemeriksaan tekanan darah serta membagikan obat-obatan bagi warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Di saat bersamaan, personel Satuan Binmas melakukan pendekatan humanis untuk meredakan kecemasan dan ketakutan yang masih menggelayuti pikiran warga, khususnya anak-anak dan lansia, pascabencana.
Layanan jemput bola ini menyasar sejumlah titik pengungsian mandiri, di antaranya posko darurat yang ditempati keluarga Ibu Ermelinda Uma di Watulewa, serta posko milik Ibu Maria Kristiani Fengi dan Bapak Remigius Jawa di Kampung Tana Wau. Puluhan warga yang bertahan di tenda-tenda tersebut menyambut hangat kehadiran petugas yang peduli pada kondisi mereka.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin menjelaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah pengungsi adalah wujud nyata komitmen Polri dalam aspek sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, pemantauan berkala terhadap kesehatan fisik dan mental para korban gempa sangat penting agar mereka merasa aman, tenang, dan termotivasi untuk kembali bangkit.