Pemerintah terus berupaya mendekatkan akses hiburan berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah kehadiran Jaksinema di Jakarta, serta rencana peluncuran Sinewara di berbagai daerah di Indonesia. Kedua inisiatif bioskop rakyat ini dirancang khusus untuk menyajikan film-film karya anak bangsa dengan harga tiket yang sangat terjangkau.

Jaksinema merupakan proyek bioskop mini hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya. Diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Senin (24/8/2026), bioskop berkapasitas 43 kursi ini berlokasi di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan. Fasilitas ini sengaja ditempatkan di kawasan permukiman padat agar masyarakat luas dapat menikmati karya sinema lokal dengan mudah.

Kehadiran Jaksinema menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan visi "Jakarta Kota Sinema". Guna mendukung pertumbuhan industri kreatif ini, pemerintah daerah sebelumnya juga telah meluncurkan berbagai program strategis. Di antaranya adalah pembentukan Jakarta Film Commission, penyediaan platform layanan terpadu Filming in Jakarta, hingga pemberian insentif berupa pemotongan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen khusus untuk pemutaran film nasional.

Bagi masyarakat di luar ibu kota, pemerintah pusat melalui PT Produksi Film Negara (PFN) juga tengah mempersiapkan jaringan bioskop serupa yang dinamakan Sinewara. Bioskop rakyat berbasis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diproyeksikan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2027 mendatang demi menjangkau penonton di berbagai pelosok daerah.

Langkah penyediaan bioskop murah ini sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap film lokal. Data industri menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 93 film nasional berhasil menyedot perhatian lebih dari 40,7 juta penonton, menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar bioskop tanah air. Akses yang lebih mudah melalui ruang pemutaran film di kawasan pasar dan permukiman diharapkan tidak hanya mengapresiasi sineas lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.