Langkah progresif dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia resmi dimulai dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Danantara Indonesia untuk menuntaskan permasalahan limbah sekaligus mendukung bauran energi nasional.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas di Desa Pedungan, Denpasar ini merupakan wujud respons cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait solusi penanganan sampah yang efektif. Menurutnya, teknologi yang akan diterapkan telah teruji di berbagai negara dan terbukti mampu mengolah sampah secara bersih tanpa menimbulkan polusi bau.
"Kami telah menyeleksi teknologi yang sudah terbukti di lebih dari 50 negara. Keunggulannya tidak hanya pada efisiensi pengolahan sampah lama maupun baru, tetapi juga pada aspek keramahan lingkungan. Bahkan di luar negeri, fasilitas serupa dapat berdiri berdampingan dengan pemukiman elit karena kebersihannya," ujar Rosan saat meresmikan proyek tersebut di Denpasar, Rabu (8/7).
CEO PT DIM, Pandu Patria Sjahrir, menambahkan bahwa proyek yang melayani wilayah aglomerasi Denpasar dan Badung ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028 dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Fasilitas ini nantinya akan dioperasikan dengan standar ketat, yakni Europe Industrial Emission Directive (EU IED), untuk menjamin keamanan lingkungan bagi warga sekitar.
Pemerintah berharap PSEL Bali tidak hanya menjadi solusi infrastruktur, tetapi juga mengubah paradigma masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Nantinya, lokasi proyek direncanakan menjadi ruang publik edukatif yang dilengkapi dengan fasilitas taman baca dan area rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.