Universitas Kristen (UK) Maranatha secara resmi mengoperasikan gedung Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC) di kampus utama, Bandung, Jawa Barat. Peresmian fasilitas yang telah direnovasi ini menandai langkah strategis universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri dan kebutuhan zaman.
Gedung empat lantai ini dirancang sebagai pusat integrasi antara riset, inovasi, dan aktivitas pembelajaran. Berbagai disiplin ilmu, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Industri, hingga Sistem Informasi, kini memiliki akses ke fasilitas penunjang modern, seperti laboratorium hidrolika, mekanika tanah, hingga laboratorium khusus *computer vision* dan kecerdasan buatan.
Dekan FTRC, Radiant Victor Imbar, menegaskan bahwa kehadiran gedung ini adalah bukti nyata komitmen yayasan dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif. FTRC tidak hanya berfokus pada luaran akademik, tetapi juga aktif menjalin kolaborasi strategis tingkat internasional guna menghadirkan solusi konkret bagi tantangan masyarakat.
Salah satu kontribusi nyata yang dihasilkan adalah keterlibatan FTRC dalam program riset internasional SATREPS terkait sistem peringatan dini gempa bumi. Melalui kerja sama dengan lembaga nasional maupun global seperti BRIN, BMKG, dan JICA, tim FTRC berhasil mengembangkan teknologi simulasi gempa berbasis *virtual reality* yang berfungsi sebagai media edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat luas.
Selain teknologi digital, fakultas ini juga memperkuat perannya di bidang lingkungan melalui pusat unggulan HydroLink. Inisiatif pengelolaan sumber daya air berkelanjutan ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional melalui hibah dari United Board for Christian Higher Education in Asia, yang semakin mengukuhkan posisi UK Maranatha dalam peta riset lingkungan dan rekayasa cerdas di Indonesia.