Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan kini memicu perhatian serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat dan petugas di lapangan. Selain mengganggu aktivitas pendidikan, kabut asap yang pekat memaksa pemerintah dan berbagai instansi terkait untuk memperkuat posko serta layanan medis darurat guna meminimalisasi dampak paparan asap.

Fokus perlindungan tidak hanya menyasar warga sipil, melainkan juga para petugas pemadam kebakaran yang telah berjuang di garis depan. Di Kalimantan Barat, personel Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Pontianak dilaporkan mulai menjalani pemeriksaan medis intensif setelah hampir tiga pekan tanpa henti berupaya memadamkan kobaran api di lahan gambut.

Pemeriksaan kesehatan ini dipusatkan di Kantor Daops Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya, dengan melibatkan tim medis dari Klinik Pratama Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan. Petugas menjalani serangkaian tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kondisi saluran pernapasan, serta sesi konsultasi medis guna mendeteksi gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sebagai langkah penunjang, Kementerian Kehutanan juga menyalurkan logistik tambahan berupa multivitamin, asupan nutrisi ekstra, dan tabung oksigen portabel. Upaya preventif ini diharapkan dapat menjaga imunitas dan kebugaran para personel pemadam agar tetap prima dalam menjalankan misi penanggulangan bencana kabut asap tersebut.