Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat menangani kasus gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar pascamengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi para siswa dan memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang optimal.

Peninjauan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran. Selain memantau kondisi fisik para pelajar, Bupati beserta rombongan berkoordinasi intensif dengan tim medis setempat. Langkah ini diambil guna memantau grafik perkembangan kesehatan setiap korban secara berkala hingga mereka dinyatakan sembuh total oleh pihak rumah sakit.

Sebagai langkah penanganan intensif, beberapa siswa yang membutuhkan perawatan lebih lanjut terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan. Para siswa tersebut adalah Christmas Dayana Shite dari SMA Negeri 1 Berastagi, serta Febi Yona Br. Purba dan Ana Karina Br. Karo dari SMK Bersama Swasta Berastagi, yang ketiganya kini dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Sementara itu, seorang siswa SMK Bersama Swasta Berastagi lainnya, Inka Cristi, dirujuk ke RSU Bina Kasih Medan namun dilaporkan telah membaik dan diperbolehkan pulang.

Bupati Antonius Ginting menegaskan bahwa keselamatan jiwa dan kesehatan para siswa merupakan prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Kejadian ini juga memicu evaluasi menyeluruh terhadap alur penyajian dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis di wilayah Karo agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, serta Kepala Kejaksaan Negeri Karo Edmond Novvery Purba. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas komitmen penuh pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya serta mengawal standar mutu pangan program nasional tersebut di tingkat lokal.