Gelombang digitalisasi yang dipicu oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah industri hiburan China, membawa dampak signifikan bagi mata pencaharian para aktor. Fenomena ini tercermin dari nasib Xu Peng, seorang aktor yang sebelumnya kerap memerankan tokoh CEO dalam berbagai serial drama pendek populer, kini harus banting setir menjadi pedagang sayur.

Krisis tawaran pekerjaan mulai dirasakan pria berusia 30 tahun tersebut sejak Maret 2026. Ia mengungkapkan bahwa produksi drama pendek di negaranya telah beralih ke penggunaan AI secara masif. Efisiensi biaya dan kecepatan produksi menjadi alasan utama bagi rumah produksi untuk meninggalkan peran manusia dalam proyek-proyek mereka.

Data dari industri menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi para pelaku seni peran. Pada kuartal pertama tahun 2026, tercatat sekitar 122.000 dari 128.000 drama mikro yang dirilis menggunakan bantuan teknologi AI. Hal ini secara langsung memangkas peluang kerja bagi aktor yang terbiasa menghabiskan waktu hingga 16 jam sehari di lokasi syuting.

Alih-alih meratapi nasib, Xu Peng memilih untuk pulang ke kampung halamannya dan membantu usaha agrikultur keluarganya. Kini, kesehariannya diisi dengan mengantarkan hasil panen kakeknya ke pasar menggunakan mobil listrik. Keputusannya menuai apresiasi luas dari publik yang menilai sikapnya sebagai bentuk kemandirian dan etos kerja yang tinggi.

Meski tidak lagi tampil di layar kaca, dukungan bagi mantan pemeran serial 'Blood River' ini tetap mengalir. Tidak sedikit penggemar yang sengaja datang ke pasar untuk memberikan dukungan moral secara langsung. Bagi Xu Peng, akting hanyalah satu bagian dari hidup, dan baginya, bekerja jujur demi kelangsungan hidup jauh lebih berarti daripada sekadar gengsi profesi.