Upaya pengentasan kemiskinan berbasis zakat terus bertransformasi menuju bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan. Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah meresmikan program Beasiswa Kantin Kontainer di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung. Inisiatif kewirausahaan sosial ini dirancang untuk membekali mahasiswa kurang mampu dengan pengalaman berbisnis langsung sekaligus menopang kebutuhan finansial mereka selama studi.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa pemanfaatan dana zakat produktif ini bertujuan jangka panjang agar para penerima manfaat tidak terjebak dalam ketergantungan bantuan. Menurutnya, program ini menjadi sarana taktis untuk mengubah status penerima manfaat zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzakki) di masa depan melalui kemandirian ekonomi yang kokoh.

Melalui program ini, para mahasiswa pengelola Kantin Kontainer tidak hanya memperoleh pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, dan kepemimpinan tim. Mereka juga berhak mendapatkan insentif dari skema bagi hasil usaha. Hasil pendapatan tersebut dapat dialokasikan langsung untuk membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta pemenuhan kebutuhan operasional perkuliahan lainnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini turut disampaikan oleh pihak akademisi. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA, Hadi Teguh Yudistira, menilai Kantin Kontainer efektif berfungsi sebagai laboratorium kewirausahaan nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis dan startup. Salah satu penerima manfaat, Randy Falih Haryando dari Teknik Sistem Energi ITERA, mengakui program ini sangat membantu meringankan beban finansialnya sekaligus memberikan pengalaman praktis berwirausaha.

Hingga kini, sebanyak 15 unit Kantin Kontainer telah beroperasi di berbagai institusi pendidikan yang tersebar di wilayah Lampung, Banten, dan Yogyakarta. Dompet Dhuafa berencana untuk terus memperluas jangkauan program zakat produktif ini ke kampus-kampus lain di Indonesia guna memperkuat ekosistem kemandirian ekonomi mahasiswa.