Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) mengambil langkah preventif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Langkah ini diwujudkan dengan mengintegrasikan materi kesehatan mental remaja ke dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Utara, Nurjanah, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk menanamkan nilai empati, komunikasi yang sehat, serta keberanian untuk melaporkan segala bentuk kekerasan sejak dini. Kampanye ini difokuskan untuk memutus mata rantai perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan.

Program sosialisasi ini diselenggarakan secara serentak pada 13–17 Juli 2026 di enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara. Sasarannya mencakup seluruh siswa baru dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), baik sekolah negeri maupun swasta.

Pada salah satu sesi di SMAN 72 Jakarta, para siswa diajarkan metode praktis untuk mengelola emosi, salah satunya melalui teknik "butterfly hug" atau pelukan kupu-kupu. Metode penenangan diri mandiri ini diharapkan dapat membantu siswa menjaga regulasi emosi saat menghadapi situasi yang memicu kecemasan.

Putri Adinda (14), salah seorang siswi kelas X-C SMAN 72 Jakarta, menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pemahaman baru tentang cara mengelola emosi dan akses layanan pendampingan psikologis. Pihak Sudin PPAPP berharap edukasi ini mampu membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk saling mendukung dan menjadi pendengar yang baik bagi sesama rekan sekolah.