Sektor pendidikan dan pelatihan vokasi terus menunjukkan pergerakan positif dengan proyeksi pendaftaran mencapai 2,2 juta siswa pada tahun 2025. Pemerintah kini mulai memfokuskan pengembangan pada program pendidikan tinggi dan menengah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional yang kompetitif.
Untuk tahun 2026, otoritas pendidikan menetapkan target ambisius dengan menyasar 450.000 mahasiswa pada tingkat perguruan tinggi dan menengah. Fokus utama diarahkan pada sektor STEM serta bidang-bidang strategis seperti semikonduktor, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan energi terbarukan. Sebanyak 92.000 kursi dialokasikan khusus untuk bidang teknologi tinggi tersebut guna mendukung akselerasi transformasi digital dan ekonomi hijau.
Kendati menunjukkan pertumbuhan, pihak kementerian mengakui adanya ketimpangan dalam struktur pendaftaran. Banyak bidang teknik yang sangat dibutuhkan pasar masih kesulitan menarik minat siswa dibandingkan sektor jasa. Tantangan seperti tingginya biaya investasi peralatan pelatihan, keterbatasan tenaga pengajar ahli, serta minimnya kesadaran publik mengenai prospek karier menjadi hambatan utama yang perlu segera dibenahi.
Sebagai langkah strategis, pemerintah telah melakukan restrukturisasi jaringan lembaga pendidikan vokasi secara masif. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan terintegrasi. Pengurangan jumlah lembaga yang tidak relevan di tingkat pusat maupun daerah dilakukan untuk mendorong lahirnya institusi pendidikan tinggi berkualitas yang mampu meraih akreditasi internasional dalam periode 2026-2035.