Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian setempat kini memperketat sistem pengawasan kesehatan unggas. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan uji pullorum yang melibatkan kolaborasi dengan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 867 sampel dari sektor usaha pembibitan ayam petelur (breeding farm) telah diperiksa secara intensif. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella pullorum yang menjadi ancaman serius bagi populasi ternak.

Arif menekankan bahwa penyakit pullorum tidak hanya merugikan peternak dari sisi ekonomi karena memicu penurunan produksi telur dan angka kematian ayam, tetapi juga memiliki risiko zoonosis. Artinya, bakteri tersebut berpotensi mengancam kesehatan manusia apabila mengonsumsi produk unggas yang terkontaminasi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto, mengimbau seluruh pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan biosecurity. Manajemen kandang yang bersih serta pengendalian penyakit secara terpadu menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko penyebaran bakteri di lingkungan peternakan.

Saat ini, terdapat tiga titik lokasi pembibitan yang menjadi fokus pengawasan, yakni di Kecamatan Wonomerto, Sumberasih, dan Pakuniran. Pemkab Probolinggo mewajibkan unit-unit tersebut untuk terus mematuhi regulasi kesehatan hewan agar produk pangan asal hewan yang beredar di pasar tetap terjaga kualitasnya, aman, serta memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat.