Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Samudra (Unsam) mengambil langkah aktif dalam mendukung pola asuh anak di era modern dengan mengikuti seminar nasional daring bertajuk "The Digital Childhood: Menciptakan Ruang Tumbuh Anak yang Aman, Inklusif, dan Suportif di Tengah Arus Teknologi Modern", pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh DWP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Ikatan Wanita Keluarga Universitas Indonesia (IWK UI) untuk memperingati Hari Anak Nasional 2026.

Seminar edukatif ini menghadirkan psikolog terkemuka, Prof. Dr. Rose Mini, A.S., M.Si., serta dimoderatori oleh Dr. Joevarian Hudiyana, M.Psi. Melalui sesi psikoedukasi interaktif, para peserta yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi negeri dan LLDIKTI seluruh Indonesia dibekali pemahaman mendalam tentang strategi menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak di tengah gempuran teknologi digital.

Dalam penjelasannya, Prof. Rose Mini menekankan bahwa gawai dan teknologi digital sejatinya membawa dampak positif jika dikelola secara bijak. Orang tua memegang kendali utama melalui penerapan fitur pembatasan (parental control), pengaturan durasi layar (screen time), serta penyediaan aktivitas alternatif di dunia nyata untuk mengasah keterampilan sosial dan emosional anak agar tidak terasing dari realitas.

Ia juga memperingatkan bahaya nyata dari paparan gawai berlebih, seperti risiko tantrum, penurunan empati, hingga kecanduan digital. Sebagai benteng pertahanan, keluarga disarankan menerapkan regulasi diri yang konsisten melalui keteladanan orang tua, serta menanamkan tujuh nilai moral dasar, termasuk empati, kontrol diri, dan rasa hormat kepada anak sejak usia dini.

Ketua DWP Unsam, Cut Henny Marlinda, menegaskan komitmen organisasinya dalam menyebarluaskan literasi digital bagi para orang tua di lingkungan kampus. Ia mengingatkan bahwa kehadiran fisik dan komunikasi yang intensif dari orang tua jauh lebih berharga daripada sekadar memberikan fasilitas teknologi tanpa pengawasan yang memadai.