Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di lingkungan sekolah, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan khusus bagi puluhan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Kabupaten Indramayu. Pelatihan yang berfokus pada teknik sport massage dan metode pemulihan fisik ini berlangsung di UPTD SMP Negeri 1 Jatibarang, Jawa Barat, pada Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) UNJ ini diikuti oleh 30 tenaga pendidik. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Penugasan Institusional 2026, UNJ berupaya menjawab kebutuhan mendesak para guru olahraga dalam menangani pemulihan fisik atlet pelajar secara ilmiah setelah menjalani aktivitas fisik berintensitas tinggi.

Apresiasi mendalam datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Jatibarang, Nurwenda. Menurutnya, pemahaman mengenai penanganan fisik pasca-olahraga sangat krusial di tingkat sekolah. Penerapan teknik pemulihan yang tepat diyakini mampu menjaga performa siswa sekaligus mencegah terjadinya cedera yang lebih serius saat mereka bertanding.

Kepala BP3 UNJ sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ, Prof. Johansyah Lubis, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons langsung atas aspirasi para guru PJOK di Indramayu. Ia menegaskan bahwa keterampilan sport massage memiliki dasar keilmuan yang jelas, sehingga sangat berbeda dari pijat tradisional pada umumnya.

Selain bermanfaat bagi kesehatan siswa, keahlian ini juga dinilai memiliki prospek karier yang menjanjikan hingga tingkat nasional. Pelatihan dasar ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para guru untuk mendapatkan sertifikasi profesi di bidang pemulihan olahraga yang dapat dikembangkan secara komersial.

Dalam agenda ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori tetapi juga melakukan praktik langsung dibimbing oleh para ahli. Sesi teori membahas konsep dasar pemulihan fisik oleh Prof. Johansyah Lubis, dilanjutkan dengan panduan praktis penanganan cedera dan metode pijat olahraga oleh dosen FIKK UNJ, Dwi Indra Kurniawan.

Melalui transfer pengetahuan ini, UNJ berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru di daerah secara berkelanjutan. Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem olahraga sekolah yang lebih aman, profesional, dan berprestasi.