Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempercepat kajian strategis terhadap potensi sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Langkah taktis ini diambil guna mengatasi tantangan ketersediaan air bersih sekaligus merespons dampak perubahan iklim global, selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan air nasional.

Penelitian intensif tersebut dipusatkan di Goa Barat, salah satu kawasan karst di Kebumen yang menyimpan potensi limpahan air bersih yang sangat besar. Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa pemetaan jalur aliran air di bawah tanah menjadi langkah krusial sebelum menerapkan inovasi teknologi pengolahan air yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Meskipun memiliki potensi debit air yang melimpah, tantangan utama yang ditemukan di Goa Barat terletak pada faktor higienitas. Hasil analisis awal menunjukkan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang cukup tinggi pada air mentah tersebut. Oleh karena itu, BRIN kini fokus merancang sistem filtrasi dan pemurnian khusus agar air dari perut bumi ini layak dikonsumsi secara aman.

Di samping meninjau Goa Barat, rombongan BRIN juga mengunjungi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung untuk merumuskan arah riset geologi kebumian yang lebih tajam. Program ini menjadi bagian dari implementasi 13 teknologi ketahanan air yang sebelumnya telah dipaparkan BRIN kepada Presiden dalam rapat terbatas untuk mendukung pengelolaan sumber daya air nasional secara berkelanjutan.