Bagi perempuan yang aktif berolahraga, memilih sports bra bukan sekadar soal penampilan, melainkan menyangkut kenyamanan, keamanan, dan performa selama beraktivitas fisik. Penggunaan sports bra yang tidak sesuai dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari lecet pada kulit, gangguan pergerakan, hingga berkurangnya konsentrasi saat latihan.
Natasha Chung, yang menjabat sebagai Apparel Development Lead di perusahaan perlengkapan olahraga On, menekankan pentingnya mengenakan sports bra yang pas dan suportif. Menurutnya, sports bra yang tepat mampu membatasi gerakan berlebihan pada payudara sehingga penggunanya dapat lebih fokus pada performa latihan. Maka dari itu, memahami kriteria pemilihan sports bra menjadi langkah awal yang krusial sebelum memutuskan untuk membeli.
Tips pertama adalah menyesuaikan jenis sports bra dengan intensitas aktivitas olahraga yang akan dilakukan. Berbagai merek umumnya mengkategorikan sports bra berdasarkan tingkat dampak gerakan terhadap tubuh, mulai dari low-impact hingga high-impact. Untuk aktivitas ringan seperti yoga atau pilates, sports bra dengan kompresi minimal sudah memadai. Namun, untuk olahraga berintensitas tinggi seperti lari, senam, atau olahraga lapangan, diperlukan sports bra bertipe high-impact yang menawarkan dukungan maksimal serta kontrol gerakan yang kuat.
Tips kedua berkaitan dengan ukuran band atau pita bawah bra. Komponen ini merupakan fondasi utama dari dukungan sebuah sports bra. Band yang ideal harus menempel erat namun tetap terasa nyaman di bawah dada, merata mengelilingi tulang rusuk tanpa menekan atau melorot. Cara sederhana untuk mengecek kesesuaian band adalah dengan memasukkan dua jari di bawahnya. Jika band terlalu longgar, dukungan akan berkurang secara signifikan. Sebaliknya, jika terlalu ketat, risiko sesak napas atau iritasi kulit akan meningkat.
Tips ketiga adalah memastikan ukuran cup sesuai dengan bentuk tubuh. Cup yang tidak pas merupakan salah satu penyebab utama ketidaknyamanan saat berolahraga. Natasha Chung menjelaskan bahwa cup seharusnya duduk dengan nyaman mengelilingi jaringan payudara di area ketiak dan garis leher tanpa menekan jaringan lunak. Tidak boleh ada luberan atau celah antara cup dan kulit saat bra dikenakan. Apabila kain cup terlihat berkerut, hal tersebut mengindikasikan ukuran yang terlalu besar. Sebaliknya, jika terdapat luberan di bagian samping, maka perlu dipertimbangkan untuk memilih ukuran yang lebih besar.
Tips keempat menyangkut pemilihan tali dan material. Tali pada sports bra berfungsi sebagai stabilisasi tambahan, bukan sumber dukungan utama. Apabila tali terus terasa menggali di bahu atau sering melorot, kemungkinan besar permasalahan terletak pada fitting band, bukan pada talinya. Untuk aktivitas high-impact, disarankan memilih tali yang lebih lebar agar beban tersebar secara merata di area bahu. Dari segi material, prioritaskan bahan bersifat moisture-wicking dan breathable yang mampu menjaga tubuh tetap kering serta nyaman selama sesi latihan berlangsung. Bahan berkualitas baik juga tidak akan mengiritasi kulit meskipun dipakai dalam waktu lama.
Tips kelima dan terakhir adalah melakukan uji coba gerakan sebelum membeli. Jangan memutuskan pilihan hanya berdasarkan tampilan visual semata. Natasha Chung menyarankan agar calon pembeli mencoba melakukan gerakan-gerakan menyerupai aktivitas olahraga, seperti melompat, berlari kecil, atau mengayunkan tangan, sebelum memutuskan pembelian. Selain itu, uji tarikan sederhana juga dapat dilakukan dengan cara menarik bagian atas tali dan tengah cup secara bersamaan. Semakin kecil elastisitas yang terasa, semakin baik kontrol gerakan yang diberikan oleh sports bra tersebut. Bagi yang masih ragu dengan ukuran, konsultasi fitting langsung di toko tetap menjadi opsi terbaik untuk mendapatkan sports bra yang benar-benar sesuai.