MALANG — Stalen Zuiger Motorcycle Club (MC) resmi memperingati perjalanan 11 tahun kiprahnya di dunia otomotif dan komunitas. Berawal dari sekadar wadah berkumpulnya mahasiswa penghobi motor kustom, klub yang berpusat di Kota Malang ini telah bertransformasi menjadi organisasi profesional yang menaungi empat unit bisnis mandiri dan aktif dalam kegiatan sosial.

Sekretaris sekaligus Co-Founder Stalen Zuiger MC, Emir Muharamsyah, menjelaskan bahwa nama 'Stalen Zuiger' diambil dari bahasa Belanda yang berarti 'Piston Baja'. Penamaan ini terinspirasi oleh keterkaitan sejarah dan budaya Indonesia yang memiliki rekam jejak era kolonial.

Emir mengenang, cikal bakal klub ini terbentuk pada tahun 2015 dari gagasan para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mayoritas merupakan perantau dari Sumatra Barat, Medan, dan Jakarta. Kelangkaan pengguna motor kustom di era tersebut justru mempermudah mereka untuk saling berinteraksi hingga akhirnya bersepakat mendirikan komunitas bersama.

Seiring berjalannya waktu, tata kelola Stalen Zuiger MC berkembang dengan merujuk pada masa keemasan (Golden Era) Motorcycle Club di Amerika Serikat periode 1960–1980. Nilai-nilai klasik tersebut diimplementasikan secara konsisten dalam kultur berkendara, gaya berbusana, manajemen usaha, hingga struktur kepemimpinan formal yang dipimpin oleh Presiden, Sekretaris, dan Jenderal Komando.

Saat ini, klub yang menjadikan Malang sebagai Mother Chapter tersebut telah berkembang pesat dengan menaungi lebih dari 100 anggota. Jaringan Stalen Zuiger MC kini tersebar di empat chapter strategis, yakni Malang, Batavia (Jakarta), Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, mengukuhkan perannya sebagai klub motor yang mandiri dan terstruktur.