Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Presiden 2 Tanjung Lesung tampil beda tahun ini. Alih-alih hanya berfokus pada pengenalan kelas dan tata tertib, sekolah yang berlokasi di kawasan wisata pesisir ini mengajak para siswa baru untuk langsung terjun menjajal berbagai aktivitas olahraga air (watersport) pada Sabtu (1/8).

Kegiatan ini sengaja dirancang untuk memaksimalkan keunggulan geografis sekolah. Di bawah bimbingan instruktur profesional, para peserta didik baru tampak antusias menjajal olahraga air mulai dari selam dasar, snorkeling, kayak, jetski, hingga keseruan menunggangi banana boat.

Kepala Sekolah SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Kolonel Laut (Purn) Joni Agoesta, menjelaskan bahwa pengenalan kegiatan bahari ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa sejak hari pertama masuk. Menurutnya, orientasi sekolah seharusnya tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan juga menyentuh identitas dan keunggulan lokal wilayah setempat.

Joni menekankan bahwa petualangan air ini bukan sekadar ajang rekreasi pengisi waktu luang. Di balik keseruannya, terdapat nilai-nilai penting yang ingin ditanamkan kepada siswa, seperti keberanian, disiplin, tanggung jawab, kekompakan tim, serta kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain.

Selain itu, kegiatan MPLS ini juga menjadi jembatan bagi program ekstrakurikuler watersport terstruktur yang akan resmi digulirkan mulai semester ini. Program mingguan tersebut nantinya terbuka untuk seluruh siswa kelas X hingga XII, dengan materi pelatihan yang mencakup selam dasar, snorkeling, hingga olahraga dayung seperti kayak.

Demi menjamin aspek keselamatan, pihak sekolah bersinergi dengan guru olahraga internal serta tim instruktur ahli dari Lalassa Beach Club. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar luar kelas yang menyenangkan, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta kecintaan terhadap budaya maritim Indonesia.