Puskesmas Gayam yang terletak di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, meluncurkan inovasi baru bernama Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gerpas Amuk). Langkah taktis ini diambil guna meredam laju penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Puskesmas Gayam, Encung Haryono, menjelaskan bahwa program ini mengedepankan tindakan respons cepat. Apabila ditemukan pasien dengan gejala klinis yang mengarah pada DBD di Unit Gawat Darurat (UGD), tim medis akan langsung bergerak melakukan tindakan penanganan dan pencegahan lanjutan di lapangan.

Tindakan tersebut meliputi pengasapan (fogging) dengan radius sekitar 100 meter dari kediaman pasien. Tidak hanya itu, petugas kesehatan juga membagikan bubuk abate secara gratis kepada warga serta aktif mengedukasi masyarakat mengenai penerapan gerakan 3M Plus untuk memutus siklus hidup jentik nyamuk.

Encung menekankan bahwa penanganan DBD tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan semata. Oleh sebab itu, pihaknya bersinergi dengan jajaran pemerintah desa, TNI, Polri, serta partisipasi aktif warga setempat demi memastikan efektivitas dan keberlanjutan program Gerpas Amuk di wilayah kepulauan tersebut.

Di samping fokus pada pengendalian DBD, Puskesmas Gayam juga mengintensifkan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) melalui skrining massal dan pemeriksaan dahak menggunakan fasilitas laboratorium setempat. Pasien yang terkonfirmasi positif akan mendapatkan paket pengobatan gratis selama enam bulan penuh disertai pelacakan kontak erat.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pihak puskesmas turut memperketat sistem deteksi dini kehamilan berisiko tinggi. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kegawatdaruratan obstetri melalui penanganan cepat sebelum pasien diputuskan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan.