Pasca-kemenangan dramatis atas Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026, Tim Nasional Argentina kini menghadapi bayang-bayang sanksi berat dari FIFA. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah pemain Albiceleste yang membentangkan spanduk bernada politik di tengah lapangan Stadion Atlanta.
Dalam perayaan kemenangan tersebut, para bintang lapangan seperti Lisandro Martinez, Cristian Romero, dan Giovani Lo Celso terlihat memegang spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" (Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina). Foto-foto yang beredar juga memperlihatkan kapten Lionel Messi, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes turut serta dalam aksi tersebut. Bahkan, Paredes secara terbuka menegaskan kembali klaim kedaulatan tersebut dalam wawancara pascapertandingan.
Aksi ini dianggap melanggar regulasi ketat FIFA yang melarang segala bentuk kampanye politik di arena pertandingan. Ini bukan kali pertama Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terjerat kasus serupa. Pada tahun 2014, Argentina pernah dijatuhi denda sebesar 30.000 franc Swiss setelah memamerkan spanduk yang sama dalam laga persahabatan melawan Slovenia. Kali ini, pelanggaran dinilai jauh lebih serius karena terjadi di panggung resmi semifinal Piala Dunia dan dilakukan usai bertanding melawan Inggris.
Persoalan Kepulauan Falkland—yang disebut Malvinas oleh Argentina—telah menjadi akar konflik diplomatik panjang antara kedua negara sejak abad ke-19. Inggris Raya menguasai wilayah tersebut sejak 1833, namun Argentina terus menentang kekuasaan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk kolonialisme. Ketegangan sempat memuncak menjadi perang terbuka selama 74 hari pada tahun 1982 yang menelan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak.
FIFA secara konsisten berupaya menjaga lapangan hijau bebas dari kampanye politik. Berdasarkan Kode Etik Stadion Piala Dunia FIFA 2026, terdapat larangan tegas terhadap kepemilikan, penggunaan, maupun penyebaran atribut bernada politis, diskriminatif, atau menyinggung di dalam area stadion. Dengan adanya bukti visual yang jelas dari para pemain papan atas Argentina, otoritas disiplin FIFA diperkirakan akan segera melakukan investigasi dan menjatuhkan sanksi resmi kepada pihak AFA.