WAMENA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menambah 61 tenaga kesehatan kontrak sebagai upaya memperkuat pelayanan dasar di puskesmas. Para tenaga kesehatan itu akan ditempatkan pada fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di sejumlah kabupaten yang masih menghadapi kekurangan sumber daya manusia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, mengatakan perekrutan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Menurut Titus, pelayanan kesehatan memang telah berjalan di kabupaten-kabupaten di Papua Pegunungan. Namun, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan membuat sejumlah puskesmas belum mampu memberikan layanan secara maksimal kepada warga.

“Kami mengangkat tenaga kontrak untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas di delapan kabupaten. Mereka akan membantu kepala puskesmas dan tenaga kesehatan yang sudah ada dalam melayani masyarakat,” kata Titus di Wamena, Sabtu (27/6/2026).

Tenaga kesehatan yang direkrut berasal dari beberapa latar profesi, antara lain perawat, bidan, tenaga gizi, analis kesehatan, dan tenaga farmasi. Titus menyebut seluruh peserta memiliki pendidikan kesehatan serta telah mengantongi Surat Tanda Registrasi atau STR sebagai syarat menjalankan praktik profesi.

Ia menjelaskan, pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan yang telah memenuhi syarat administratif dan profesi, tetapi belum memperoleh pekerjaan. Melalui penempatan di puskesmas, mereka diharapkan dapat membantu mengisi kekosongan layanan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja di lapangan.

Program ini dibiayai melalui dana Otonomi Khusus dengan total anggaran lebih dari Rp2 miliar. Sebanyak 61 tenaga kesehatan tersebut dikontrak selama satu tahun dan akan ditempatkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Titus menambahkan, pemerintah provinsi membuka peluang untuk melanjutkan perekrutan tenaga kesehatan kontrak pada 2027. Namun, keberlanjutan program itu akan bergantung pada kemampuan fiskal daerah.

“Kalau kemampuan keuangan daerah mencukupi, tahun depan kami akan kembali membuka penerimaan tenaga kesehatan kontrak,” ujar Titus.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyatakan pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Ia menyebut tenaga bantu berlatar pendidikan kesehatan telah dikontrak dan disiapkan untuk mendukung layanan di kabupaten yang membutuhkan.

John mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan tenaga kesehatan apabila kebutuhan di lapangan masih tinggi dan dukungan anggaran tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki pemerataan tenaga kesehatan serta memperkuat layanan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.