MAN 2 Banyumas mengambil langkah preventif dengan membekali peserta didik baru pemahaman mendalam tentang kesehatan reproduksi serta pencegahan HIV/AIDS. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi khusus dalam rangkaian Masa Ta'aruf Murid Baru Madrasah (MATAMUDA) yang digelar di Aula MAN 2 Banyumas, Purwokerto.
Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Suwondo, hadir sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa Kabupaten Banyumas saat ini menduduki peringkat kedua dengan akumulasi kasus infeksi HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, edukasi sejak dini kepada generasi muda dinilai sangat mendesak.
Selain memperkenalkan peran KPA Banyumas dalam penanganan dan pelaporan kasus, Suwondo memaparkan perbedaan mendasar antara virus HIV dan fase klinis AIDS. Ia juga menyoroti fenomena perilaku berisiko di kalangan remaja, termasuk tren penularan pada populasi Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL). Dampak buruk perilaku menyimpang ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik melalui Penyakit Menular Seksual (PMS), tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan mental yang berat.
Suwondo mengimbau para siswa untuk secara konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memperkuat fondasi keimanan. Menurutnya, komitmen pribadi untuk menghindari pergaulan bebas merupakan benteng pertahanan utama agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran penularan virus mematikan tersebut.
Kepala MAN 2 Banyumas, Muhamad Siswanto, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak. Ia berharap terjalin sinergitas yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengawasi perkembangan karakter siswa agar selaras dengan nilai-nilai agama dan moral masyarakat.