Provinsi Bali kini semakin memantapkan posisinya sebagai episentrum kolaborasi ekonomi global berbasis nilai-nilai spiritual melalui perhelatan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026. Mengusung tema besar “Towards Dharmanomics: Designing the Future”, acara ini menjadi platform strategis bagi para pelaku usaha untuk merancang masa depan ekonomi yang bertumpu pada etika, keberlanjutan, serta kesejahteraan bersama.
Wakil Ketua Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Jaman, menekankan bahwa konferensi ini dirancang bukan sekadar sebagai forum diskusi, melainkan sebagai instrumen konkret untuk membangun kemitraan internasional. Dengan mengedepankan konsep Dharmanomics, Bali diproyeksikan menjadi titik temu bagi lahirnya inisiatif bisnis global yang saling menguntungkan sekaligus menjaga integritas nilai-nilai dharma.
Selama tiga hari penyelenggaraan, para peserta dilibatkan dalam rangkaian agenda komprehensif, mulai dari diskusi panel ahli, business matching, hingga pameran produk inovatif. Inisiatif ini turut menyasar generasi muda melalui pemberian akses gratis bagi 100 mahasiswa Hindu berprestasi, yang diharapkan mampu membuka peluang jejaring profesional mereka dengan investor mancanegara sejak dini.
Sinergi antara UNHI Denpasar, Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, UHN I Gusti Bagus Sugriwa, dan BaliCEB menjadi motor penggerak utama acara ini. Kolaborasi lintas lembaga tersebut dinilai krusial dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kompetitif di kancah internasional.
Perhelatan ini menghadirkan tokoh-tokoh bisnis dan diplomatik terkemuka dari berbagai negara, termasuk India, Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kehadiran para praktisi dari perusahaan multinasional ini diharapkan dapat membuka akses investasi yang lebih luas bagi Bali, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal seperti pariwisata, industri kreatif, serta sektor MICE.