Universitas Majalengka (UNMA) meluncurkan inovasi teknologi tepat guna berupa Multi-Effect Distillation (MED) Mini di kawasan pesisir Kabupaten Indramayu. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi keterbatasan akses air bersih akibat karakteristik air sumur bor yang cenderung payau di wilayah tersebut.

Teknologi pengolahan air ini diterapkan langsung di Desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UNMA berkolaborasi erat dengan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Tirta Satria Dua untuk mengimplementasikan sistem desalinasi tersebut.

Berbeda dengan sistem konvensional, teknologi MED Mini atau yang dikenal sebagai dispenser destilasi ini bekerja menggunakan prinsip evaporasi dan kondensasi bertingkat. Dengan memanfaatkan kembali energi panas dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, proses pemurnian air menjadi jauh lebih efektif dan efisien dalam penggunaan energi.

Ketua Tim Pelaksana PkM UNMA, Engkos Koswara, menegaskan bahwa fokus utama program ini tidak sekadar menyerahkan unit mesin, melainkan juga membangun kemandirian masyarakat lokal dalam merawat sistem tersebut secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui pelatihan intensif mengenai pengoperasian komponen evaporator, kondensor, pemeliharaan sistem vakum, hingga tata cara penanganan kerak air.

Keberlanjutan operasional alat juga ditunjang dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan buku log harian. Ketua Pengurus KKM Tirta Satria Dua, Kartiwan, menyambut baik edukasi tata kelola ini demi memastikan pelayanan air bersih di desanya terstruktur dengan baik dan tidak bergantung pada satu operator saja.

Inovasi MED Mini ini tidak lahir secara instan. Teknologi tersebut merupakan buah dari riset berkesinambungan Fakultas Teknik UNMA sejak tahun 2021, mencakup pengembangan prototipe awal, otomatisasi sistem kendali, hingga kalibrasi sensor sebelum akhirnya siap dihilirisasi ke tengah masyarakat pesisir.

Program pemberdayaan kemitraan masyarakat ini didukung penuh oleh pendanaan tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ke depan, tim UNMA berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja operasional mitra agar teknologi desalinasi skala mikro ini mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi warga setempat.