Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, menunjukkan perkembangan positif dalam ekspansi bisnis kendaraan listrik (EV) dan inisiatif teknologi barunya pada kuartal kedua tahun 2026. Meski divisi ini masih mencatatkan kerugian operasional, angkanya mulai menyusut seiring dengan volume pengiriman unit mobil yang terus melesat naik secara signifikan.

Laporan keuangan terbaru yang dirilis pada pertengahan Agustus 2026 menunjukkan bahwa kerugian operasional segmen inisiatif baru Xiaomi—yang mencakup EV, kecerdasan buatan (AI), dan bisnis rintisan lainnya—berada di angka 2,6 miliar yuan (sekitar US$383 juta). Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang menembus 3,1 miliar yuan. Di sisi lain, pendapatan dari segmen ini justru melonjak 17,1 persen secara tahunan (YoY) mencapai 24,9 miliar yuan.

Kendati pendapatan meningkat, margin kotor segmen ini terkoreksi menjadi 19,2 persen dari periode sebelumnya yang mencapai 26,4 persen. Pihak manajemen Xiaomi mengungkapkan bahwa penurunan margin ini disebabkan oleh tiga faktor utama, yakni belum maksimalnya volume pengiriman varian premium Xiaomi SU7 Ultra, kenaikan biaya komponen inti, serta tingginya investasi operasional pada sektor kecerdasan buatan.

Komitmen Xiaomi terhadap riset dan pengembangan (R&D) juga terlihat dari alokasi belanja modal yang meningkat, di mana sebagian besar dialokasikan untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Langkah ini tampaknya mulai membuahkan hasil di pasar otomotif. Sepanjang kuartal kedua 2026, Xiaomi berhasil mendistribusikan 104.199 unit kendaraan listrik ke konsumen, tumbuh 28,2 persen dibanding tahun lalu. Angka ini menjadi pencapaian luar biasa di tengah kelesuan pasar otomotif domestik Tiongkok yang secara umum turun 22 persen.

Namun, harga jual rata-rata (ASP) kendaraan Xiaomi dilaporkan sedikit menurun menjadi 229.312 yuan per unit akibat pergeseran bauran produk. Kendati demikian, pencapaian kumulatif seri sedan listrik Xiaomi SU7 telah melampaui angka 500.000 unit per Agustus 2026, menjadikannya salah satu pemimpin pasar di kelas sedan listrik premium di daratan Tiongkok.

Sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan, Xiaomi bersiap merambah segmen baru melalui peluncuran SUV hybrid pertamanya, Xiaomi Sky Nomad, yang mengusung teknologi jangkauan jarak jauh. Kehadiran lini baru ini diharapkan mampu memacu laju pengiriman bulanan demi mengejar target penjualan ambisius sebesar 550.000 unit kendaraan hingga akhir tahun 2026.