GUNUNGSITOLI – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berkomitmen penuh untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Kepulauan Nias, khususnya di sektor kesehatan. Komitmen ini ditegaskan oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat meninjau langsung Kampus Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, Minggu (9/8/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bobby menerima laporan memprihatinkan mengenai kondisi akademis mahasiswa baru. Dari total 66 mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi pada semester pertama, tercatat hanya 23 orang yang dapat aktif melanjutkan perkuliahan. Sementara itu, 43 mahasiswa lainnya terpaksa menunda pendidikan mereka karena terbentur kendala biaya operasional kuliah.
Merespons situasi tersebut, Bobby menekankan pentingnya perhatian bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Kepulauan Nias saat ini masih sangat membutuhkan pasokan tenaga kesehatan yang memadai untuk menunjang fasilitas layanan medis setempat. Oleh karena itu, hambatan finansial yang dialami calon tenaga medis lokal ini harus segera dicarikan solusi konkret.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Sumut kini tengah menjajaki kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Kepulauan Nias. Kerja sama ini bertujuan merumuskan skema beasiswa dan bantuan biaya pendidikan terintegrasi, yang juga akan melibatkan sektor swasta serta jaringan rumah sakit di wilayah tersebut.
Bobby berharap program intervensi ini dapat memutus rantai putus kuliah akibat faktor ekonomi. Dengan terjaminnya keberlanjutan pendidikan mereka, generasi muda asal Nias diharapkan dapat menyelesaikan studinya dengan baik, untuk kemudian kembali mengabdi guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan di tanah kelahiran mereka secara berkelanjutan.