Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat dalam menangani dampak kemarau panjang akibat fenomena El Niño di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa dan doa bersama pada Jumat (28/8/2026) sebagai bentuk ikhtiar batiniah memohon turunnya hujan.

Musim kemarau yang berkepanjangan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kelangkaan air bersih. Menanggapi situasi ini, Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, karena berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan akibat polusi asap.

Selain imbauan pencegahan karhutla, masyarakat juga diajak untuk lebih bijak menghemat penggunaan air bersih serta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk. Gubernur menekankan pentingnya solidaritas antarmasyarakat untuk saling membantu bagi mereka yang terdampak langsung oleh kekeringan.

Sebagai bentuk dukungan nyata secara fisik dan ekonomi, Pemprov Kalteng juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah tersebut. Guna meringankan beban masyarakat, pemerintah daerah menaikkan besaran diskon komoditas pangan pokok yang sebelumnya sebesar 30 persen kini menjadi 40 persen.

Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, hingga sayuran segar disediakan dengan harga bersubsidi tinggi. Bersamaan dengan program pangan murah, Dinas Kesehatan setempat juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis guna mengantisipasi penyakit pernapasan akibat potensi asap karhutla.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemprov Kalteng. Menurutnya, kolaborasi program ini sangat krusial dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan laju inflasi di tengah krisis iklim yang sedang dihadapi wilayahnya.