Upaya global untuk mengeliminasi hepatitis pada tahun 2030 terus digalakkan seiring dengan tingginya angka kematian akibat penyakit ini. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hepatitis virus merenggut sekitar 1,3 juta jiwa setiap tahunnya, yang mayoritas dipicu oleh komplikasi berat seperti sirosis dan kanker hati. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan aktif mendorong langkah preventif lewat edukasi, vaksinasi, dan deteksi dini secara masif.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Sari Asih Bintaro, dr. Yoppi Kencana, Sp.PD, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal penyakit hati. Salah satu indikasi yang sering diabaikan adalah rasa begah atau nyeri di area perut kanan atas. Keluhan ini kerap disalahartikan sebagai gangguan lambung biasa atau masuk angin, padahal bisa jadi merupakan tanda pembengkakan organ hati akibat peradangan.

Menurut dr. Yoppi, sifat adaptif organ hati membuat kerusakan awal sering kali tidak memicu gejala yang signifikan. Hal ini menyebabkan banyak pasien baru memeriksakan diri setelah penyakitnya berkembang ke stadium lanjut. Ia juga meluruskan anggapan bahwa penderita hepatitis selalu menunjukkan gejala mata atau kulit kuning, mengingat infeksi Hepatitis B dan C dapat menggerogoti organ hati selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderita.

Secara medis, penularan hepatitis terbagi berdasarkan jenis virusnya. Hepatitis A dan E umumnya menyebar secara fekal-oral melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Sementara itu, Hepatitis B, C, dan D ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau darah yang terinfeksi, misalnya lewat penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak steril, maupun aktivitas seksual berisiko.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan laboratorium jika mengalami kelelahan kronis atau nyeri perut kanan yang menetap. Menghindari konsumsi obat atau suplemen tanpa resep dokter juga sangat dianjurkan agar tidak memperberat kinerja hati. Selain itu, langkah preventif seperti vaksinasi Hepatitis A dan B, menjaga higienitas makanan, serta tidak berbagi alat pribadi seperti sikat gigi dan alat cukur, menjadi kunci krusial dalam menekan penyebaran virus ini.