Merawat kecantikan kulit wajah tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan produk perawatan topikal. Para ahli kesehatan menekankan bahwa asupan nutrisi dari dalam tubuh memainkan peranan krusial terhadap kesehatan kulit. Dokter bedah plastik asal Korea Selatan, Dr. Choi Hyun-nam, baru-baru ini memberikan peringatan terkait daftar makanan dan minuman yang dapat memengaruhi estetika wajah secara negatif.
Menurut Dr. Choi, konsumsi berlebihan terhadap jenis makanan tertentu dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari pembengkakan wajah, jerawat, hingga penurunan elastisitas yang mempercepat tanda penuaan. Peringkat kelima ditempati oleh makanan tinggi natrium, seperti mi instan dan aneka camilan asin. Kadar garam yang berlebih memicu retensi air dalam tubuh, yang secara visual membuat wajah tampak lebih sembap dan bengkak.
Pada urutan keempat, makanan manis seperti kue dan pastry menjadi sorotan karena pengaruhnya terhadap kolagen. Konsumsi gula berlebih dapat merusak protein kolagen yang berfungsi menjaga kekencangan kulit. Sementara itu, makanan yang digoreng berada di posisi ketiga; asupan berminyak terbukti mampu memicu peradangan yang menyebabkan jerawat serta membuat rona kulit terlihat lebih kusam.
Daging olahan seperti sosis dan daging asap menempati posisi kedua karena kandungan lemak jenuh serta pengawet yang tinggi. Namun, posisi puncak sebagai faktor pemicu kerusakan kulit ditempati oleh minuman beralkohol. Alkohol tidak hanya menyebabkan dehidrasi ekstrem pada kulit dan merusak pelindung alami (skin barrier), tetapi juga membebani kerja hati yang berdampak pada perubahan warna kulit menjadi tidak cerah.
Kendati demikian, Dr. Choi menegaskan bahwa kondisi kulit merupakan hasil akumulasi dari berbagai faktor gaya hidup, termasuk paparan sinar matahari, pola tidur, dan tingkat stres. Membatasi konsumsi zat-zat tersebut, dibarengi dengan pola makan kaya nutrisi serta hidrasi yang cukup, tetap menjadi langkah preventif paling efektif untuk menjaga kesegaran dan kesehatan wajah dalam jangka panjang.