Warna kebiruan pada bibir atau kulit bayi acap kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Meskipun tidak semua kasus mengindikasikan kondisi darurat, gejala ini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi tanda adanya gangguan pada paru-paru atau kelainan struktur jantung bawaan (KJB).

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Olfi Lelya, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa bibir dan kulit bayi yang membiru perlu dicurigai sebagai gejala kelainan jantung bawaan jika disertai tanda-tanda lain. Beberapa gejala penyerta yang patut diwaspadai meliputi napas yang memburu atau cepat, keluarnya keringat berlebih saat menyusu, keengganan untuk menyusu, hingga kondisi tubuh bayi yang terlihat sangat lemas.

Untuk memastikan kondisi kesehatan jantung anak, pengamatan visual saja tidaklah cukup. Dokter menyarankan serangkaian pemeriksaan medis yang komprehensif. Langkah diagnosis awal yang umumnya dilakukan meliputi pengukuran kadar saturasi oksigen, perekaman aktivitas listrik jantung (EKG), hingga pemeriksaan ekokardiografi atau USG jantung guna memetakan struktur serta fungsi organ jantung bayi secara mendalam.

Penanganan terhadap kelainan jantung ini sangat bergantung pada hasil diagnosis menyeluruh. Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Shirley Ferlina Lasmono, memaparkan bahwa tindakan penanganan bervariasi mulai dari pemantauan klinis berkala, pemberian terapi obat-obatan, tindakan intervensi menggunakan kateter, hingga prosedur pembedahan jika kondisinya mendesak.

Lebih lanjut, dr. Shirley mengingatkan agar orang tua tidak mendiagnosis sendiri gejala fisik yang tampak pada anak. Warna kebiruan ringan di sekitar area mulut yang muncul saat suhu udara dingin terkadang bersifat fisiologis dan tidak berbahaya. Namun, karena perbedaan antara kondisi ringan dan gangguan organ vital sulit dibedakan secara kasat mata, pemeriksaan jantung secara medis tetap menjadi langkah paling aman untuk menjamin keselamatan buah hati.

Sebagai langkah antisipasi, akses terhadap fasilitas kesehatan dengan layanan kardiologi anak yang lengkap sangat krusial. Deteksi dini kelainan jantung bawaan tidak hanya membantu menentukan tindakan medis yang tepat, tetapi juga penting dalam merencanakan pemenuhan nutrisi dan memantau tumbuh kembang anak secara optimal agar terhindar dari komplikasi yang lebih berat.