Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi tidak boleh menggerus nilai-nilai luhur kebudayaan nasional. Dalam kunjungannya ke Lampung Timur, ia menekankan pentingnya menyelaraskan inovasi digital dengan upaya pelestarian adat istiadat sebagai fondasi utama karakter bangsa.

Menurut Gibran, kehadiran kecerdasan buatan (AI) dan media sosial adalah keniscayaan global yang tidak dapat dihindari. Alih-alih menolak perkembangannya, pemerintah berkomitmen memanfaatkan disrupsi teknologi ini secara positif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia, sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Wapres memandang bahwa kemajuan teknologi justru membuka peluang besar untuk memperluas promosi budaya. Platform digital dan media sosial dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian generasi muda terhadap warisan leluhur mereka.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terkait tantangan pelestarian adat di era modern. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan agar generasi masa depan tidak hanya mahir dalam mengoperasikan teknologi, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya ketimuran.