Pameran bisnis ke bisnis (B2B) sektor elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga pintar terbesar, Indonesia International Consumer Electronics & Smart Appliances Expo (IEAE) 2026, dijadwalkan kembali berlangsung pada 5 hingga 7 Agustus 2026. Bertempat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, gelaran kedelapan ini menjanjikan skala pameran yang lebih megah dengan menghadirkan inovasi teknologi mutakhir yang relevan bagi perkembangan pasar tanah air.
Diselenggarakan oleh Chaoyu Exhibition, ajang tahun ini akan mempertemukan sekitar 350 perusahaan manufaktur terkemuka. Menempati Hall A1, A2, dan A3, area pameran diproyeksikan menampung hingga 500 stan pameran, termasuk ruang pameran premium (raw space) yang mendominasi seperempat dari total area. Pengunjung dipastikan dapat mengeksplorasi lebih dari 50.000 produk baru dan unggulan dari berbagai penjuru dunia selama tiga hari acara berlangsung.
Mayoritas peserta pameran, yakni sekitar 90 persen, merupakan produsen asli (Original Equipment Manufacturer/Original Design Manufacturer) yang berasal dari berbagai pusat manufaktur elektronik utama di Tiongkok, seperti Shenzhen, Dongguan, Guangzhou, Foshan, Zhongshan, Jiangmen, Yiwu, dan Ningbo. Salah satu daya tarik utama adalah Paviliun Basis Industri Peralatan Rumah Tangga Zhanjiang yang memboyong lebih dari 20 produsen terkemuka. Tidak hanya produsen global, pelaku industri dalam negeri juga turut ambil bagian guna memicu kolaborasi strategis dan meningkatkan daya saing produk lokal di kancah internasional.
Fokus utama IEAE 2026 kali ini menyoroti integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI), konsep hunian pintar (smart living), serta gaya hidup sehat. Berbagai gawai pakai pintar (smart wearables), pengeras suara pintar, papan tik kustom, hingga peranti elektronik pendukung efisiensi rumah tangga seperti pembuat kopi otomatis dan pemroses makanan akan dipamerkan untuk menjawab kebutuhan gaya hidup modern yang serbacepat dan praktis.
Pameran ini sekaligus berfungsi sebagai jembatan bisnis strategis di Asia Tenggara. Melalui interaksi langsung, para importir, distributor, pelaku perdagangan elektronik (e-commerce), agen ritel, hingga pembeli korporat asal Indonesia dapat menjalin kemitraan erat dengan produsen mancanegara demi memajukan rantai pasok industri elektronik nasional.