MEDAN – Kawasan Kota Tua Kesawan dipadati warga saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (28/6/2026). Di tengah aktivitas olahraga akhir pekan itu, suasana semakin meriah dengan digelarnya nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Portugal dan Kolombia.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan nobar yang diselenggarakan TVRI Sumatera Utara tersebut. Ia duduk bersama warga, pimpinan perangkat daerah, para camat, serta ratusan pengunjung CFD yang memenuhi area Kesawan.

Pertandingan yang berlangsung tanpa gol itu tetap menyedot perhatian warga. Sorakan penonton terdengar setiap kali kedua tim membangun serangan, menciptakan suasana akrab antara pemerintah kota dan masyarakat yang menikmati akhir pekan di ruang publik.

Rico menilai Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan warga. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat membangkitkan minat generasi muda agar semakin dekat dengan olahraga, terutama sepak bola.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Piala Dunia seperti ini selalu menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan minat generasi muda agar semakin aktif berolahraga dan mencintai sepak bola,” ujar Rico.

Ia mengatakan, meningkatnya partisipasi warga dalam CFD menunjukkan bahwa budaya hidup sehat di Kota Medan terus berkembang. Setiap pekan, masyarakat memanfaatkan ruang tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari joging, bersepeda, senam, hingga olahraga ringan bersama keluarga.

Rico memastikan Pemerintah Kota Medan akan terus mendukung kebutuhan masyarakat terhadap ruang olahraga yang layak dan nyaman. Beberapa fasilitas yang disebutnya antara lain Lapangan Merdeka, Kebun Bunga, serta Stadion Teladan yang tengah disiapkan setelah proses revitalisasi selesai.

“Pemerintah Kota Medan tentu senang melihat antusiasme masyarakat yang semakin tinggi untuk berolahraga. Karena itu, kami akan terus menghadirkan fasilitas olahraga yang nyaman dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Menurut Rico, minat warga terhadap olahraga bukan hanya muncul karena euforia Piala Dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Medan, terlihat dari ramainya kegiatan CFD dan meningkatnya aktivitas fisik di ruang-ruang publik.

Ia berharap kebiasaan positif tersebut terus tumbuh, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Medan. “Dengan semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga, kita ingin Kota Medan menjadi kota yang sehat sekaligus mampu melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi di masa depan,” ungkapnya.

Laga Portugal melawan Kolombia yang disaksikan bersama itu berakhir imbang 0-0. Meski tidak ada gol tercipta, kegiatan nobar tetap menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara pemerintah dan warga, sekaligus menambah semarak CFD di kawasan bersejarah Kesawan.