Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Indonesia (Pengprov ORADO) Jawa Timur kini tengah gencar memperkuat program pembinaan atlet perempuan. Langkah strategis ini diambil guna mencetak generasi baru yang siap bersaing dalam berbagai kejuaraan di tingkat nasional hingga internasional.
Domino kini tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai sekadar permainan pengisi waktu luang kaum pria. Sejak resmi diakui sebagai cabang olahraga prestasi di bawah naungan ORADO, olahraga otak ini terus berkembang secara inklusif, merambah minat kalangan remaja putri di berbagai daerah di Jawa Timur.
Sekretaris Pengprov ORADO Jawa Timur, Esti Nalurani, mengungkapkan bahwa domino merupakan olahraga yang menuntut kecerdasan taktis, konsentrasi tinggi, serta ketepatan dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, peluang untuk mengukir prestasi terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang gender. Esti menekankan pentingnya memberikan ruang yang sama bagi remaja putri untuk mengasah mental bertanding mereka.
Salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Kabupaten Sidoarjo. Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Sidoarjo kini tercatat membina 12 atlet putri muda secara intensif. Keberhasilan Sidoarjo ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pengurus cabang di kabupaten dan kota lain di Jawa Timur untuk menerapkan program serupa.
Selain berorientasi pada medali dan podium, ORADO Jawa Timur juga meyakini bahwa olahraga domino berkontribusi positif dalam pembentukan karakter anak muda. Melalui permainan ini, para atlet diajarkan untuk berpikir kritis, disiplin, jujur, serta menjunjung tinggi sportivitas. Dukungan dari orang tua pun diharapkan mengalir agar bakat-bakat muda ini dapat terus berkembang demi mengharumkan nama daerah di kancah nasional.