Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyerukan kepada generasi muda agar memanfaatkan pesatnya kemajuan teknologi secara bijaksana guna meningkatkan kapasitas diri, memperkuat karakter, serta membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Imbauan tersebut disampaikan saat menutup Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja (PPR) Gereja Pekabaran Injil Baptis Indonesia (GPIBI) se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Desa Pisah, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Minggu (29/6/2026).
Acara yang dihadiri ribuan pemuda dan remaja dari berbagai kabupaten serta kota di seluruh Kalimantan Barat tersebut menjadi ajang strategis untuk pembinaan karakter, penguatan keimanan, dan peningkatan kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital serta persaingan global yang kian ketat.
Dalam arahannya, Krisantus menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset strategis penentu masa depan Kalimantan Barat dan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, tidak semua konten yang beredar di media sosial mengandung kebenaran. "Gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan diri. Bijaklah dalam menerima informasi, pilihlah yang mendidik dan memberi manfaat," ujarnya.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi sorotan Krisantus. Menurutnya, kemajuan AI yang semakin masif digunakan di berbagai sektor harus disikapi dengan cermat agar menjadi instrumen pendukung pembelajaran, bukan malah menggerus kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya analisis kaum muda. Generasi muda dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak hoaks maupun informasi yang menyesatkan.
Di luar penguasaan teknologi, Krisantus menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi pondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Ia menyebut ilmu pengetahuan sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya tak akan pernah habis. "Teruslah belajar, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, dan siapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul," tegasnya.
Sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Krisantus memaparkan berbagai program strategis yang terus didorong pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan, termasuk pengembangan Sekolah Garuda. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi dari seluruh pelosok Kalimantan Barat.
Krisantus juga berbagi kisah perjalanan hidupnya sebagai putra daerah yang tumbuh di wilayah pedalaman. Pengalaman pribadinya itu menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang menuju kesuksesan, selama dibarengi kerja keras, disiplin, semangat belajar yang tinggi, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Generasi muda harus mampu menjaga integritas, memiliki etika yang baik, serta terus mengasah kompetensi agar bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional. Krisantus juga menekankan urgensi penguasaan bahasa Inggris sebagai kunci membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja di tingkat global.
"Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja di tingkat internasional. Saya berharap generasi muda Kalimantan Barat terus meningkatkan kemampuan bahasa asingnya," harapnya.
Penutupan PPR GPIBI se-Kalimantan Barat berlangsung khidmat dan sarat semangat kebersamaan. Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Singkawang Sebastianus Darwis, Ketua Badan Pengurus Daerah I GPIBI Kalimantan Barat Yanto, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, jajaran perangkat daerah, para pendeta GPIBI se-Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ribuan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Barat yang berkarakter, beriman, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan.