Industri penerbangan Eropa menyambut antusias fenomena gerhana matahari total dengan meluncurkan layanan penerbangan khusus. Layanan premium ini dirancang agar para penumpang, termasuk peneliti dan pencinta astronomi, dapat mengamati peristiwa langka tersebut langsung dari atas awan tanpa terhalang cuaca buruk.
Maskapai asal Spanyol, Iberia, telah menjadwalkan penerbangan khusus dengan nomor IB1473—merujuk pada tahun kelahiran astronom legendaris Nicolaus Copernicus. Menggunakan armada Airbus A321XLR, pesawat ini akan mengudara di atas Provinsi Palencia pada ketinggian 10.000 meter (33.000 kaki) untuk membawa ilmuwan dari proyek Shelios melintasi lapisan awan rendah.
Langkah serupa diambil oleh Brussels Airlines asal Belgia yang bekerja sama dengan observatorium Urania guna mengoperasikan Airbus A320 ke wilayah Prancis barat untuk memantau gerhana sebagian. Sementara itu, Air Charter Service yang berbasis di Inggris menawarkan paket perjalanan pulang-pergi dari London Stansted seharga 899 poundsterling (sekitar Rp21,7 juta), yang mencakup akomodasi bagasi untuk teleskop dan logistik pengamatan.
Fenomena alam ini menjadi gerhana matahari total pertama yang melintasi daratan Eropa sejak tahun 1999. Jalur totalitas gerhana ini diprediksi melewati kawasan Arktik, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, serta wilayah utara Spanyol dan sebagian kecil Portugal.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan menyiarkan secara langsung fenomena ini dengan menyajikan analisis ilmiah dari para ahli. Badan Antariksa Eropa (ESA) juga mengonfirmasi bahwa Spanyol akan menjadi wilayah dengan durasi dan cakupan totalitas terluas di benua biru tersebut.