Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi menutup Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja (PPR) Gereja Pekabaran Injil Baptis Indonesia (GPIBI) se-Kalimantan Barat yang digelar di Desa Pisah, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kamis.

Dalam sambutannya, Krisantus menekankan pentingnya pemuda memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kompetensi diri. "Pemuda harus mampu gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan diri. Bijaklah dalam menerima informasi, karena tidak semua yang beredar di media sosial merupakan kebenaran," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda merupakan aset strategis yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi harus dilakukan tanpa mengorbankan karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis.

Krisantus juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital agar pemuda tidak mudah terpengaruh hoaks dan disinformasi. Ia turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu proses belajar, namun menegaskan penggunaannya tidak boleh mengurangi kreativitas dan kemampuan analisis manusia. "Teknologi harus menjadi alat bantu untuk memperkuat kemampuan kita, bukan menggantikan," tegasnya.

Selain aspek teknologi, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Ia mendorong pemuda untuk terus belajar, menjauhi narkoba, menjaga pergaulan positif, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai kunci mengakses peluang global.

Melalui pertemuan yang dihadiri ribuan pemuda GPIBI se-Kalimantan Barat ini, Krisantus berharap lahir generasi muda yang berkarakter, menguasai teknologi, dan siap berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.