Produsen teknologi Vivo resmi menambah portofolio ponsel pintar mereka di pasar China dengan meluncurkan dua perangkat terbaru, yakni Vivo G5i dan Vivo G5z. Kedua ponsel ini menyasar segmen entry-level hingga menengah dengan mengusung spesifikasi teknis yang hampir identik dan desain bodi datar yang modern.
Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan oleh kedua perangkat ini adalah kapasitas baterai jumbo sebesar 7.200 mAh. Vivo mengklaim bahwa baterai tersebut dirancang untuk memiliki daya tahan operasional hingga enam tahun penggunaan normal, serta telah dilengkapi teknologi pengisian cepat 44 watt untuk mendukung efisiensi mobilitas pengguna.
Dari sisi performa, Vivo G5i dan G5z ditenagai oleh chipset Snapdragon 4 Gen 2 yang dipadukan dengan pilihan RAM hingga 8 GB dan kapasitas penyimpanan internal mencapai 256 GB. Pengalaman visual pengguna didukung melalui layar LCD 6,75 inci beresolusi HD Plus dengan dukungan refresh rate 120 Hz, memberikan pergerakan antarmuka yang mulus.
Selain ketangguhan baterai, perangkat ini juga dirancang dengan durabilitas tinggi. Keduanya telah mengantongi sertifikasi ketahanan jatuh bintang lima, serta mengantongi peringkat IP68 dan IP69, yang menjamin ponsel ini tahan terhadap debu maupun paparan air dalam kondisi ekstrem.
Untuk keperluan dokumentasi, kedua ponsel ini menyematkan kamera utama beresolusi 50 MP dan kamera depan 8 MP. Fitur tambahan lainnya mencakup sensor sidik jari di sisi bodi, konektivitas NFC, hingga IR blaster, yang seluruhnya dijalankan melalui sistem operasi OriginOS 6 berbasis Android 16.
Saat ini, Vivo G5i dan G5z baru tersedia dalam varian warna Obsidian Black. Harga yang ditawarkan mulai dari 2.199 yuan atau sekitar Rp 5,8 juta untuk varian 6/128 GB, hingga 2.899 yuan atau sekitar Rp 7,6 juta untuk konfigurasi memori tertinggi 8/256 GB.