Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Hanoi pada 8 Juli lalu, Menteri Sains dan Teknologi Vietnam, Vu Hai Quan, melakukan diskusi mendalam bersama Direktur Pelaksana Forum Ekonomi Dunia (WEF), Maroun Kairouz. Fokus utama perbincangan ini adalah penguatan kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi semikonduktor, yang diproyeksikan sebagai tulang punggung ekonomi masa depan Vietnam.

Menteri Vu Hai Quan menekankan tiga pilar krusial yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Vietnam, yaitu manajemen talenta digital, integrasi data nasional, serta penguatan infrastruktur perangkat keras berbasis GPU. Pemerintah Vietnam berharap WEF dapat memfasilitasi jejaring ahli internasional guna mendukung ekosistem AI domestik, sekaligus mendampingi transformasi digital bagi sektor usaha kecil dan menengah.

Menanggapi visi tersebut, Maroun Kairouz memberikan apresiasi tinggi terhadap strategi jangka panjang Vietnam. Ia meyakini bahwa dengan memanfaatkan potensi kecerdasan teknologi, Vietnam berada di jalur yang tepat untuk masuk ke dalam jajaran 20 ekonomi terbesar di dunia. Kairouz juga menyatakan kesiapan WEF untuk mendukung adopsi AI di berbagai sektor industri utama di Vietnam.

Pertemuan tersebut mencapai titik krusial dengan kesepakatan untuk segera merampungkan Nota Kesepahaman (MOU) antara WEF dan pemerintah setempat. Dokumen ini nantinya akan menjadi landasan hukum dan kerangka koordinasi strategis yang diharapkan mampu memberikan daya ungkit signifikan terhadap percepatan ekonomi digital Vietnam di kancah global.