Vietnam tengah memperkuat fondasi industri teknologi masa depannya melalui pemetaan ulang teknologi dan produk strategis nasional. Dipimpin oleh Kementerian Sains dan Teknologi setempat, langkah taktis ini mencakup pengembangan ekosistem semikonduktor dalam negeri melalui pendirian Pusat Nasional Pendukung Produksi Chip Semikonduktor, yang diproyeksikan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi baru.

Kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan akademisi di Vietnam kini telah membuahkan hasil nyata. Beberapa teknologi mutakhir seperti jaringan 5G, robotika, biomedis, hingga sistem pelacakan berbasis digital untuk produk pertanian tengah giat dikembangkan. Salah satu pencapaian menonjol diraih oleh Grup Viettel yang sukses merancang chip DFE 5G berkemampuan pemrosesan mencapai satu triliun kalkulasi per detik. Di tingkat akademis, Universitas Nasional Hanoi juga turut mendukung lewat prioritas riset pada delapan bidang teknologi strategis.

Di samping infrastruktur fisik, penguasaan kecerdasan buatan (AI) dan Big Data dinilai krusial sebagai fondasi ekonomi modern. Raksasa bisnis Vingroup, melalui anak usahanya VinSmart Future, telah berinvestasi besar-besaran dalam membangun model bahasa besar (LLM) berbahasa Vietnam dengan ratusan miliar parameter. Langkah ini membuktikan bahwa talenta lokal mampu menguasai teknologi kompleks apabila didukung oleh visi besar dan regulasi yang akomodatif.

Kendati menunjukkan perkembangan positif, proses hilirisasi hasil riset ke pasar komersial di Vietnam masih menghadapi hambatan. Transisi dari tahap pengujian laboratorium ke produk siap pakai dinilai berjalan lambat akibat belum sinkronnya mekanisme pengadaan barang, verifikasi produk generasi pertama, serta sistem pendanaan bersama antara pemerintah dan swasta.

Menyikapi hal tersebut, otoritas berwenang bersiap menyaring dan memfokuskan sumber daya pada 20 isu teknologi utama yang berpotensi menghasilkan produk komersial siap pakai pada tahun 2026. Setiap proyek riset kini diwajibkan memiliki peta jalan teknologi, infrastruktur pengujian yang jelas, serta regulasi hak kekayaan intelektual yang kuat dengan menerapkan skema pemesanan berbasis hasil.

Guna mempercepat proses ini, para akademisi mendesak penyederhanaan birokrasi penelitian melalui sistem satu pintu untuk memangkas waktu implementasi. Di sisi lain, pelaku usaha mengusulkan enam terobosan strategis, termasuk pembangunan infrastruktur komputasi AI nasional, pengembangan talenta lokal, serta penyusunan regulasi uji coba (sandbox) demi mendorong inovasi Vietnam bersaing di tingkat global.