Universitas Sumatera Utara (USU) secara resmi menjajaki kemitraan strategis dengan National Institute of Parasitic Diseases (NIPD) dalam upaya mengakselerasi pengembangan teknologi kesehatan. Kerja sama ini difokuskan pada inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efektivitas diagnosis dan pengendalian penyakit.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Himsar Ambarita, menyatakan bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar, terutama jika diselaraskan dengan program prioritas pemerintah. Pihaknya tengah mematangkan skema pendanaan bersama (join funding), termasuk opsi pengajuan dana melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menjamin keberlanjutan riset jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, Director of Global Health Center NIPD, Dr. Shan Lyu, menyoroti urgensi pengembangan teknologi diagnosis malaria berbasis AI. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan hasil deteksi yang lebih cepat, akurat, dan bersifat real-time, yang menjadi kunci dalam memperkuat sistem pengendalian serta percepatan program eliminasi malaria nasional.
Dr. Shan Lyu menambahkan bahwa pemilihan USU sebagai mitra strategis didasarkan pada kapabilitas riset universitas tersebut. Meski prevalensi malaria di Sumatera saat ini cenderung lebih rendah dibandingkan kawasan Indonesia bagian timur, keterlibatan USU diproyeksikan memberikan dampak luas bagi daerah endemis lainnya di Tanah Air.
Sinergi lintas negara ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jejaring riset internasional di bidang kesehatan. Melalui integrasi teknologi AI, kedua institusi optimistis dapat menghadirkan solusi mutakhir dalam penanggulangan penyakit parasit, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui inovasi berbasis data.