Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menekankan perlunya sistem ketahanan kesehatan yang lebih komprehensif dalam menanggapi insiden lingkungan seperti kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang. Ia mendesak pemerintah agar tidak menghentikan upaya penanganan kesehatan masyarakat hanya saat api padam, melainkan terus memonitor kondisi warga dalam jangka panjang.
Yahya menjelaskan bahwa dampak polusi udara akibat kebakaran sampah berpotensi menimbulkan masalah kesehatan kronis di masa depan. Meskipun saat ini gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan utama, ia mengingatkan adanya risiko penyakit lain yang mungkin baru terdeteksi setelah periode tertentu. Oleh karena itu, skema pemantauan kesehatan pascabencana (post-disaster health monitoring) dinilai krusial untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Selain fisik, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya dukungan kesehatan mental bagi warga yang harus mengungsi. Trauma akibat musibah lingkungan menuntut adanya pendampingan psikososial guna mendukung proses pemulihan (trauma healing) bagi masyarakat terdampak.
Hingga hari kesembilan proses pemadaman, data dari otoritas setempat mencatat sebanyak 158 jiwa dari 51 kepala keluarga telah dievakuasi. Para pengungsi tersebut berasal dari Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya yang lokasinya terdampak langsung oleh asap pekat kebakaran.
Lebih lanjut, Yahya menegaskan bahwa data dari pemantauan berkelanjutan ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat dan preventif di masa depan. Ia berharap pemerintah daerah segera mengintegrasikan layanan medis dengan pendampingan psikologi sebagai bentuk perlindungan hak dasar warga atas kesehatan.