Pemerintah Kota Magelang menggelar Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan untuk mengatasi masalah penumpukan pasien di rumah sakit rujukan. Langkah strategis ini mempertemukan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan pengelola fasilitas kesehatan (faskes) guna menyelaraskan komitmen peningkatan mutu layanan medis bagi masyarakat setempat.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menegaskan pentingnya pemetaan faskes yang lebih merata untuk memecah kepadatan pasien agar tidak menumpuk di satu rumah sakit tertentu. Menurutnya, koordinasi yang responsif dan komunikasi efektif antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan kendala operasional di lapangan.
Guna mempermudah akses program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Magelang kini gencar mendorong digitalisasi layanan. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Magelang, Maya Susanti, menjelaskan pihaknya tengah menerapkan validasi biometrik berupa sidik jari dan pengenalan wajah di berbagai faskes. Selain itu, optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien kronis berstatus stabil terus digalakkan agar mereka dapat kembali ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi medis harus diimbangi dengan edukasi publik yang merata. Ia menginstruksikan penyediaan kanal informasi yang transparan dan mudah dipahami, guna mencegah kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat serta menjaga keselarasan visi antarinstansi pelayanan publik.