Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan sayembara berhadiah Rp250 juta untuk menemukan Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan terhadap Yuvita Tri Rezeki, resmi berakhir setelah polisi menangkap pelaku.

Pernyataan itu disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya, sebagaimana dikutip Jumat (26/6/2026). Ia menyebut sayembara tersebut sebelumnya dibuka untuk mendorong percepatan pencarian terhadap pelaku yang disebut melakukan kekerasan berat terhadap korban.

“Untuk seluruh warganet, di mana pun berada, kami sampaikan bahwa sayembara siapa pun yang menemukan pelaku kebiadaban terhadap Vita, yaitu Taufik Hidayat, akan diberikan Rp250 juta. Sayembara itu telah berakhir dan pelaku telah ditangkap oleh Polda Jabar,” ujar Dedi.

Setelah penangkapan dilakukan, Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan. Dari komunikasi tersebut, muncul saran agar dana sayembara tidak lagi diberikan kepada pihak lain, melainkan dialihkan untuk membantu keluarga korban.

Dedi menyatakan akan menyerahkan dana tersebut dalam bentuk sertifikat deposito senilai Rp250 juta di Bank Jabar. Penyerahan dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.

“Bersamaan tanggal 1 Juli Hari Bhayangkara, kami akan menyerahkan sertifikat deposito di Bank Jabar sebesar Rp250 juta,” kata Dedi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Barat yang dinilai bergerak cepat dalam mengungkap perkara tersebut. Dedi berharap kasus kekerasan serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengungkap bahwa Taufik Hidayat sempat melarikan diri ke Tangerang setelah kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap Yuvita viral di media sosial. Namun, pelaku disebut tidak lama bertahan di wilayah tersebut karena terus merasa takut dan tidak aman.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan Taufik kemudian kembali ke Bandung sebelum akhirnya ditangkap. Menurut Rudi, tersangka semula mengira Tangerang dapat menjadi tempat persembunyian yang aman, tetapi rasa cemas membuatnya kembali ke Jawa Barat.

“Yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat,” ujar Rudi, Selasa (23/6/2026).