KULON PROGO – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyiapkan Kabupaten Kulon Progo sebagai kawasan pengembangan pendidikan olahraga terpadu yang menghubungkan pembinaan peserta didik sejak jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Gagasan tersebut disampaikan Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto dalam Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama dan Pengembangan UNY di Kabupaten Kulon Progo yang digelar di Aula Adikarto, Kamis (25/6/2026).

Sumaryanto menilai Indonesia belum memiliki ekosistem pendidikan olahraga yang benar-benar menyatukan pembinaan atlet, penguatan akademik, dan pengembangan ilmu keolahragaan secara berjenjang dalam satu sistem. Karena itu, Kulon Progo diproyeksikan menjadi model awal pengembangan tersebut.

Menurut dia, konsep yang disiapkan UNY tidak hanya berorientasi pada pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kesinambungan pembinaan dari sekolah dasar hingga kampus. Dengan pola ini, potensi peserta didik di bidang olahraga dapat dipantau, dibina, dan dikembangkan secara lebih terstruktur.

“Ke depan kami ingin Kulon Progo menjadi center of excellence pembinaan olahraga,” ujar Sumaryanto.

Ia menjelaskan, rencana itu juga membuka peluang lahirnya institusi pendidikan baru yang berfokus pada bidang olahraga dan kesehatan, termasuk kemungkinan pengembangan perguruan tinggi swasta dengan kekhususan serupa.

UNY melihat kebutuhan perluasan kapasitas pendidikan olahraga semakin mendesak. Sumaryanto menyebut, peminat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY setiap tahun mencapai sekitar 5.000 orang, sementara daya tampung yang tersedia hanya berkisar 800 hingga 900 mahasiswa.

“Yang diterima sekitar 800 sampai 900 mahasiswa, tetapi yang mendaftar sekitar 5.000 orang,” katanya.

Tingginya minat tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa pendidikan olahraga dan kesehatan masih memiliki ruang pengembangan besar. UNY pun menyiapkan pembukaan sejumlah program studi baru yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Beberapa program studi yang sedang disiapkan antara lain manajemen olahraga, ilmu gizi, keperawatan, serta bidang kesehatan lain yang berkaitan dengan penguatan sport science dan layanan kesehatan olahraga.

Sumaryanto menambahkan, pengembangan pendidikan kedokteran juga masuk dalam rencana jangka panjang untuk mendukung ekosistem keilmuan olahraga yang lebih lengkap, terutama dalam aspek kesehatan atlet dan riset olahraga.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyatakan pemerintah daerah mendukung rencana pengembangan UNY di wilayahnya. Ia menilai kehadiran kampus dan peningkatan jumlah mahasiswa dapat menjadi penggerak baru bagi ekonomi lokal.

Agung menyebut sektor perumahan, rumah kos, kuliner, perdagangan, transportasi, dan berbagai jasa pendukung berpeluang ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pendidikan tinggi di Kulon Progo.

“Ini perlu menjadi trigger pertumbuhan perekonomian. Dengan adanya warga baru yang masuk ke Kulon Progo, baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan, kebutuhan masyarakat akan ikut bergerak,” kata Agung.

Pemkab Kulon Progo, menurut Agung, siap mendukung melalui kemudahan regulasi serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pengembangan kawasan pendidikan olahraga yang dirancang UNY.

Saat ini, mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di kampus UNY Kulon Progo diperkirakan mencapai 900 hingga 1.000 orang per tahun. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat seiring pembukaan program studi baru dan penguatan kawasan pendidikan olahraga terpadu di daerah tersebut.