Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar program sosialisasi peningkatan ekonomi bagi kelompok nelayan di Paciran, Kabupaten Lamongan. Bertempat di Aula MI Muhammadiyah 03 Weru pada Jumat (24/7/2026), kegiatan bertajuk Jemaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu) ini berfokus pada pengenalan inovasi teknologi tepat guna dan pengembangan usaha pengolahan hasil laut.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan amanat Muktamar Ke-48 Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah dan pemberdayaan di tingkat akar rumput. Masyarakat pesisir, termasuk anak buah kapal (ABK) dan keluarganya, dinilai kerap menghadapi keterbatasan ekonomi yang memerlukan solusi konkret serta berkelanjutan.

Kawasan pantai utara Lamongan menghadapi tantangan nyata berupa tingginya biaya operasional melaut yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Fluktuasi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global juga kian memojokkan kesejahteraan nelayan tradisional. Selain itu, merosotnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor kelautan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan profesi ini di masa depan.

Melalui wadah Jalamu, MPM Muhammadiyah berkolaborasi dengan Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) untuk memberikan pendampingan dari hulu ke hilir. Penggunaan teknologi tepat guna didorong agar hasil laut tidak lagi dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan yang higienis dan modern sehingga dapat mendongkrak pendapatan keluarga nelayan.

Program inklusif ini tidak terbatas bagi warga persyarikatan saja, melainkan terbuka lebar untuk seluruh elemen masyarakat pesisir. Nurul Yamin menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Aisyiyah, untuk membantu memperluas jaringan pemasaran produk olahan nelayan, sekaligus mengadvokasi kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada hak-hak pekerja laut.